Thursday, December 20, 2012

kamu
satu-satunya alasan mengapa..

aku bangun di pagi hari
berharap mendapat sebuah ucapan selamat pagi
atau bahkan sapaan yang lain
yang tak akan pernah kudapat lagi

aku selalu menatap layar ponselku
apakah ada pesan darimu
atau hanya dapat melihatmu
mengganti display picture atau merubah private messagemu

aku mendadak diam
dan berfikir tentangmu
karena melihat segala sesuatu di sekelilingku
yang mengingatkan aku denganmu

aku tak bisa tidur di malam hari
menahan jatuhnya tetes demi tetes air mata
menahan suara isak tangisku
agar tak ada satupun yang tau kalau aku menangis

membayangkan wajahmu
membayangkan senyummu
mendengar suaramu
mengingat kisah kita dahulu

sakit rasanya kalau mengingat semua itu
mengingat, kalau kamu bukan lagi milikku
mengingat, kalau kamu tak mungkin lagi bersamaku
mengingat, kalau bukan aku yang kamu inginkan

mungkin sekarang kamu bahagia tanpa aku
kata orang, kita senang jika melihat orang yang kita sayang senang
tapi mungkin aku tidak seperti itu
membohongi perasaan sendiri adalah hal terberat

mungkin diluar aku bisa tertawa
berlagak seperti tidak ada apa-apa
berusaha kuat menjalani hidup tanpamu
bersikap sepertinya mudah untuk mencari penggantimu

tapi semuanya palsu
aku hancur
hidupku berantakan
hidupku hampa

mungkin kamu senang melihat keadaanku seperti ini

ratusan tetesan air mata
jatuh di atas bantalku tiap malam
ingin teriak rasanya
tapi kutahan

ya, mungkin ini yang namanya pengorbanan
berkorban agar orang yang kita sayang dapat hidup bahagia
walaupun perasaan kita sakitnya luar biasa

mungkin tak ada seorangpun yang menyangka aku akan menjadi seperti ini

aku berharap kita bisa bersama lagi
ya memang, 'seperti si cebol merindukan bulan'
mustahil rasanya

melihat namamu muncul di chatlist ku saat pagi hari
sudah membuat pagiku indah
memang tak semua hari
jika paginya indah, malamnya juga indah

malamku terasa lebih buruk dari pagiku
menunggu sebuah pesan darimu
ucapan selamat malam atau selamat tidur
yang secara logika tidak mungkin aku dapatkan

tiap malam aku berdoa
untuk mendapatkan yang terbaik
dan jika kamu bukan yang terbaik untukku
aku minta Tuhan untuk menjauhkanku darimu

tapi setiap aku ingin melupakanmu
kau datang begitu saja
dan akhirnya menginggalkanku
begitu saja

mungkin aku memang harus meninggalkanmu sepenuhnya
merelakan kamu bahagia, meski bukan bersama aku
selamat tinggal harapan

No comments:

Post a Comment

menurut lo gimana?